Kamis, 28 Juni 2012

Suara PPI Jerman untuk Indonesia

                       video Penolakan Komisi I oleh PPI Jerman


Aksi penolakan PPI (Perhimpunan Pelajar Indonesia) Jerman atas kunjungan kerja Komisi I DPR-RI beserta rombongan menjadi pembicaraan hangat di berbagai media.

Kunjungan kerja DPR-RI pada 23 April 2012 kemarin mendapat penolakan langsung disertai aksi walkout perwakilan mahasiswa yang terdiri dari Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) di Jerman, bersama dengan PPI Berlin, dan Nahdlatul Ulama Cabang Istimewa Jerman pada saat sesi tanya jawab di acara ramah tamah KBRI Berlin.

Adapun agenda kunjungan kerja Komisi I DPR-RI ke Jerman yang saat itu menghabiskan dana sebesar 3,1 milyar ini sebenarnya hanya terdiri dari tiga kegiatan yaitu menggelar pertemuan dengan parlemen Jerman, berkunjung ke pabrik tank Leopard dan menggelar acara ramah tamah dengan KBRI.

Teman-teman PPI Jerman sangat menyayangkan setiap kunjungan kerja para anggota DPR selalu membawa rombongan keluarganya. Pernyataan ini disampaikan salah satu juru bicara PPI Jerman pada kesempatan itu yang mengatakan kunjungan DPR keluar negeri tersebut seperti orang desa yang berbondong-bondong hendak ke kota yang kemudian sepulangnya seperti dapat mainan baru sehingga dinilai seperti kekanak-kanakan dan kampungan.
Aksi yang dilakukan teman-teman PPI Jerman tentu saja membuat kita geram akan kinerja dan efisiensi wakil rakyat bangsa ini. Jutaan bahkan milyaran perut-perut yang kelaparan di negeri ini menjerit untuk makan sedangkan wakil rakyat kita malah mencoreng amanah rakyat kepadanya.

Anggota DPR yang selalu mengikutsertakan keluarganya saat kunjungan kerja tentu sangat mengurangi efisiensi kinerja DPR yang seharusnya lebih serius saat mengemban tugas dinas keluar negeri.

Bayangkan saja mereka telah mengeluarkan biaya Negara milyaran rupiah tanpa transparansi uang tersebut digunakan untuk kepentingan apa saja dan terus saja menghamburkan uang rakyat dengan terbang ribuan kilometer untuk Rapat Dengar Pendapat dengan KBRI dan KJRI padahal zaman sekarang hal ini bisa dilakukan lewat media elektronik yang canggih seperti tele-konferens.

Sebenarnya para wakil rakyat yang terdiri dari orang-orang cerdas dan pendidikan itu paham tentang perlunya transparansi, laporan, dan keprihatinan. Tiga hal ini merupakan hal sederhana yang seharusnya sudah dipegang baik-baik oleh para Wakil Rakyat ketika mereka duduk di gedung DPR.
Sahabat Muda AJI, aksi yang telah dilakukan oleh PPI Jerman ini kontak membangunkan kita bahwa kita sama-sama mempunyai kewajiban mengawasi roda pemerintahan negeri ini. Disamping itu kita juga tidak boleh berhenti untuk terus melakukan kegiatan perubahan menjadi Indonesia kearah yang lebih baik.

Pro dan kontra tentu saja takkan berhenti untuk menghambat langkah kita untuk kemajuan bangsa ini. Semangat dan perjuangan yang dilakukan PPI Jerman kita harapkan dapat menjadi contoh untuk teman-teman PPI di Negara lainnya. Hal ini kita harap dapat menjadi renungan bagi para anggota DPR supaya lebih serius dalam menjalankan amanah yang telah mereka terima dari rakyat.
Selain itu, aksi penolakan PPI Jerman tersebut merupakan salah satu bukti bahwa mahasiswa tidak selamanya menyampaikan aspirasi mereka kepada wakil rakyat dengan cara anarkis seperti yang sering terjadi di berbagai daerah di Indonesia saat ini. Seluruh mahasiswa baik yang ada di Indonesia dan di luar negeri masih mempunyai harapan untuk Indonesia yang lebih baik sehingga kita semua mempunyai kewajiban yang sama di pundak kita sebagai rakyat Indonesia untuk terus mengawasi jalannya roda pemerintahan negeri ini.
Jarak teman-teman yang berkuliah diluar negeri bukan alasan untuk mereka berhenti menyuarakan aspirasi mereka sehingga tidak ada lagi alasan untuk seluruh teman-teman mahasiswa di Indonesia menyerah akan keadaan bangsa kita.

Sudah saatnya anak-anak bangsa negeri ini bangkit, memberikan tamparan kecil kepada mereka yang tertidur agar mereka yang kita pilih dengan suara kita sebagai wakil rakyat segera bangun dan sadar akan tugas dan janjinya sebagai wakil rakyat. Ayo sahabatku mari bersama-sama kita satukan suara kita, suara untuk Indonesia.

Tidak ada komentar: