Masa-masa SMA itu adalah masa-masa paling indah dikata orang, bener gak ya? bener atau engga sih tergantung yang ngejalanin tapi kalian perlu tau nih temen-temen SMA gue. Dua tahun setelah meninggalkan zaman-zaman di Kartini Senior High School tentu memandu kami ke ladang rindu untuk berkumpul bersama lagi. Ramadhan pun dirasa moment yang paling pas untuk berkumpul lagi mengingat kebanyakan temen-temen yang menimba ilmu di kota orang.
Sebagian telah berevolusi menjadi pribadi yang menarik, meraih prestasi yang cemerlang dan nilai yang memuaskan. Tapi sebagian masih saja berada di garis yang sama bahkan terus saja menghamburkan uang. Apapun itu, semua adalah pilihan mereka masing-masing, semua tentu ada resikonya dan kita sebagai teman tentu tidak boleh bosan untuk saling mengingatkan.
Suasana rindu bercampur haru itupun akhirnya mewarnai acara buka bersama kami di salah satu restoran di Batam. Bertegur sapa, senda gurau dan mengingat-ingat lagi masa SMA dua tahun lalu seperti mengajak kami untuk kembali ke masa itu. Tiga jam di restoran tersebut pun dirasa tak cukup untuk melampiaskan kerinduan hingga akhirnya kami putuskan untuk berfoto bersama di salah satu studio mengingat moment ini sayang sekali untuk dilewatkan.
Senin, 13 Agustus 2012
Sabtu, 04 Agustus 2012
suka duka Ramadhan
Ramadhan, bulan suci yang penuh berkah ini punya kejutan tersendiri
hari ini. Alhamdulillah, akhirnya organisasi kelompok belajar yang
selama ini mempunyai kegiatan seputar tulis-menulis ini dilirik oleh
salah satu instansi. Tentu saja ini menjadi berita yang sangat bahagia
untuk kami seluruh anggota Sahabat Muda dan para senior Aliansi Jurnalis
Independen (AJI) saat acara buka puasa bersama berlangsung.
Hal ini tentu saja menjadi bukti bahwa tidak ada yang sia-sia dari sesuatu yang diawali dengan niat yang baik sekaligus membuktikan bahwa ikut organisasi itu bukanlah hal-hal yang membuang waktu melainkan banyak manfaat yang dapat kita serap dari berbagai sisi.
Tapi taukah kalian sebelum berita bahagia ini aku lontarkan, ada berita duka yang menyelimutiku hari ini. Sheila, salahs eorang sahabatku sejak masih duduk di bangku SMP harus dirawat di rumah sakit. Mama Ranti yang merupakan Mama dari salah seorang sahabatku bernama Ranti yang juga sahabatku sejak semasa SD memberitahu berita ini.
"sonia, udah jenguk sheila?" sepintas aku mengernyitkan kening saat pagi ini Mama Ranti menanyakan hal itu kepadaku. Sheila masuk rumah sakit? kenapa aku tidak tau akan hal itu, otakku masih saja dibanjiri pertanyaan-pertanyaan yang belum kutemukan jawabannya hingga kami memutuskan untuk bergegas ke rumah sakit tempat dimana Sheila dirawat.
Sepanjang jalan kami tak banyak bicara, sibuk dengan benak kami masing-masing dan kuperhatikan wajah Mama Ranti langsung berubah saat kutanyakan lebih lanjut. Sontak matanya berbinar, perasaanku mulai tidak enak. Kegelisahaan saat itu mulai menghampiriku, suara heels sepatu jelas terdengar mengisi lorong-lorong yang terlihat sepi pagi ini.
Assalamualaikum, kami mengucapkan salam saat memasuki kamar dimana Sheila dirawat. Aku terpaku ya benar-benar membisu melihat tubuh temanku dipenuhi selang-selang yang aku sendiri tidak tau persis apa saja fungsi masing-masing selang tersebut.
Senyumku terasa berat, tumpahan airmata ini seolah tak kuasa ku tahan untuk tak menetes. Mulutku masih belum sempat berkata sepatah kata pun akan keadaannya, bibir ini seolah membisu, lidah ini kelu. Akhirnya ku putuskan berlari keluar sejenak, menumpahkan airmata yang tak sanggup lagi kutahan.
"Sheila divonis dokter terkena kanker abdomen stadium 4 Sonia", Mama Ranti memelukku dari belakang sambil menangis. Berita itu seperti petir yang menyambar di siang bolong. Aku memang tau Sheila sakit tapi bukan kanker, bukan kanker stadium 4.
Sheila bahkan seminggu yang lalu sempat main ke Mega Mall saat butikku melangsungkan pameran busana. Kami sempat mengobrol, bercanda-tawa tapi tak berlangsung lama karna ia buru-buru dan aku harus melayani beberapa pengunjung yang mampir.
Cepat-cepat aku mengusap airmataku seolah tak mau kehilangan waktu untuk bersama Sheila. Dia tersenyum saat ku pegang erat tangannya, badanku mendadak lemas ketika menyadari selang panjang yang ada dihidungnya. Selang yang digunakan untuk mengeluarkan cairan yang terus keluar dari perutnya. Perutnya terus saja terasa padat dan kembung, hanya itu yang ia katakan sambil meringis kesakitan. Sheilaaaaaaaa, ingin rasanya aku berteriak dan memeluknya, tapi tak bisa.
Allah memang begitu sayang kepadanya, memberikan ujian-ujian untuk menghapus dosa-dosanya yang lalu karena Sheila memang anak yang sangat baik. Ya Allah, kami umatmu sadar bahwa ini ujian, tapi berilah kesembuhan untuk Sheila dan tak hentinya kami berucap syukur atas nikmat kehidupan yang masih Kau berikan kepada kami.
Hal ini tentu saja menjadi bukti bahwa tidak ada yang sia-sia dari sesuatu yang diawali dengan niat yang baik sekaligus membuktikan bahwa ikut organisasi itu bukanlah hal-hal yang membuang waktu melainkan banyak manfaat yang dapat kita serap dari berbagai sisi.
Tapi taukah kalian sebelum berita bahagia ini aku lontarkan, ada berita duka yang menyelimutiku hari ini. Sheila, salahs eorang sahabatku sejak masih duduk di bangku SMP harus dirawat di rumah sakit. Mama Ranti yang merupakan Mama dari salah seorang sahabatku bernama Ranti yang juga sahabatku sejak semasa SD memberitahu berita ini.
"sonia, udah jenguk sheila?" sepintas aku mengernyitkan kening saat pagi ini Mama Ranti menanyakan hal itu kepadaku. Sheila masuk rumah sakit? kenapa aku tidak tau akan hal itu, otakku masih saja dibanjiri pertanyaan-pertanyaan yang belum kutemukan jawabannya hingga kami memutuskan untuk bergegas ke rumah sakit tempat dimana Sheila dirawat.
Sepanjang jalan kami tak banyak bicara, sibuk dengan benak kami masing-masing dan kuperhatikan wajah Mama Ranti langsung berubah saat kutanyakan lebih lanjut. Sontak matanya berbinar, perasaanku mulai tidak enak. Kegelisahaan saat itu mulai menghampiriku, suara heels sepatu jelas terdengar mengisi lorong-lorong yang terlihat sepi pagi ini.
Assalamualaikum, kami mengucapkan salam saat memasuki kamar dimana Sheila dirawat. Aku terpaku ya benar-benar membisu melihat tubuh temanku dipenuhi selang-selang yang aku sendiri tidak tau persis apa saja fungsi masing-masing selang tersebut.
Senyumku terasa berat, tumpahan airmata ini seolah tak kuasa ku tahan untuk tak menetes. Mulutku masih belum sempat berkata sepatah kata pun akan keadaannya, bibir ini seolah membisu, lidah ini kelu. Akhirnya ku putuskan berlari keluar sejenak, menumpahkan airmata yang tak sanggup lagi kutahan.
"Sheila divonis dokter terkena kanker abdomen stadium 4 Sonia", Mama Ranti memelukku dari belakang sambil menangis. Berita itu seperti petir yang menyambar di siang bolong. Aku memang tau Sheila sakit tapi bukan kanker, bukan kanker stadium 4.
Sheila bahkan seminggu yang lalu sempat main ke Mega Mall saat butikku melangsungkan pameran busana. Kami sempat mengobrol, bercanda-tawa tapi tak berlangsung lama karna ia buru-buru dan aku harus melayani beberapa pengunjung yang mampir.
Cepat-cepat aku mengusap airmataku seolah tak mau kehilangan waktu untuk bersama Sheila. Dia tersenyum saat ku pegang erat tangannya, badanku mendadak lemas ketika menyadari selang panjang yang ada dihidungnya. Selang yang digunakan untuk mengeluarkan cairan yang terus keluar dari perutnya. Perutnya terus saja terasa padat dan kembung, hanya itu yang ia katakan sambil meringis kesakitan. Sheilaaaaaaaa, ingin rasanya aku berteriak dan memeluknya, tapi tak bisa.
Allah memang begitu sayang kepadanya, memberikan ujian-ujian untuk menghapus dosa-dosanya yang lalu karena Sheila memang anak yang sangat baik. Ya Allah, kami umatmu sadar bahwa ini ujian, tapi berilah kesembuhan untuk Sheila dan tak hentinya kami berucap syukur atas nikmat kehidupan yang masih Kau berikan kepada kami.
Rabu, 01 Agustus 2012
let me know this song
i heard this song last night but i don't know who the singer and what the tittle
it's gets harder everyday
but i can' t seem to shake the pain
i'm tryna find the words to say
please stay..
it's written all over my face
that i can't
function the same when you're not here
i'm calling ur name and no one's there
and i hope one day you'll see
nobody has it easy
i still can believe you found somebody new
but i wish you the best
i guess
cause everybody knows, but
nobody reallt knows
how to make it work
or how to ease the heart
we've heard it all before
and every body knows
just how to make it right
i wish we gaveit one more try
Batam galau #taksiargo
Yap untuk kesekian kalinya Batam demo lagi, nahloh demo masalah apalagi ya? hemm usut punya usust ternyata masalah taksi argo Blue Bird yang akan beroperasi di kota ini.
Nah setelah demo gimana nih? udah bisa dipastikan dong ya bakalan heboh, kedua belah pihak tentunya ga ada yang mau kalah. Perlu diketahui kalau di Batam tuh banyak taksi yang di domnasi individual dan katanya para pejabat juga ikutan main. Gak heran sih ya namanya juga peluang duit masuk..
Tapi yang herannya izin taksi yang udah pada nyampe di Batam ini dicabut nih ama Wako, eh bisa ya aturan yang udah disahkan dan barang udah nyampe kemudian dengan instant, ya semacam mudahnya membalikkan telapak tangan bukan?
Makin ga ngerti nih ama aturan-aturan negeri ini, kalau masalah taksi aja udah gini kebayang ga masalah2 lainnya?
Wako tuh harusnya mikir gimana pentingnya "keamanan" pengguna taksi terutama untuk kaum perempuan. Wako ga pernah naik taksi sih ya, mobil mewah mulu jadi ga pernah ngerasain yang tiap hari bergantung ama taksi, Wako kan juga bukan perempuan kayak kita-kita jadi dia ga perlu takut bakalan di rampok, perkosa atau bahkan dibunuh.
Gagalnya izin ini tentu membuat saya mengernyitkan kening, heran? pasti. Teringat tentang teman-teman kampus saya yang semua mayoritas kuliah malam yang mungkin setiap harinya kami selesai kelas pukul 22.00 jadi kebayang kan gimana was-was nya mereka saat pulang terutama yang masih menggunakan pakaian kerja karna tidak sempat pulang selepas jam kantor selesai.
Mungkin masyarakat kota ini harus lebih bersabar dan bersabar melihat dan menelan pahit-pahit kebijakan yang dibuat para bapak-bapak diatas sana, melenguh dan mengelus dada saat kriminalitas meningkat karna resiko keputusannya. Say bye to #taksiargo
Nah setelah demo gimana nih? udah bisa dipastikan dong ya bakalan heboh, kedua belah pihak tentunya ga ada yang mau kalah. Perlu diketahui kalau di Batam tuh banyak taksi yang di domnasi individual dan katanya para pejabat juga ikutan main. Gak heran sih ya namanya juga peluang duit masuk..
Tapi yang herannya izin taksi yang udah pada nyampe di Batam ini dicabut nih ama Wako, eh bisa ya aturan yang udah disahkan dan barang udah nyampe kemudian dengan instant, ya semacam mudahnya membalikkan telapak tangan bukan?
Makin ga ngerti nih ama aturan-aturan negeri ini, kalau masalah taksi aja udah gini kebayang ga masalah2 lainnya?
Wako tuh harusnya mikir gimana pentingnya "keamanan" pengguna taksi terutama untuk kaum perempuan. Wako ga pernah naik taksi sih ya, mobil mewah mulu jadi ga pernah ngerasain yang tiap hari bergantung ama taksi, Wako kan juga bukan perempuan kayak kita-kita jadi dia ga perlu takut bakalan di rampok, perkosa atau bahkan dibunuh.
Gagalnya izin ini tentu membuat saya mengernyitkan kening, heran? pasti. Teringat tentang teman-teman kampus saya yang semua mayoritas kuliah malam yang mungkin setiap harinya kami selesai kelas pukul 22.00 jadi kebayang kan gimana was-was nya mereka saat pulang terutama yang masih menggunakan pakaian kerja karna tidak sempat pulang selepas jam kantor selesai.
Mungkin masyarakat kota ini harus lebih bersabar dan bersabar melihat dan menelan pahit-pahit kebijakan yang dibuat para bapak-bapak diatas sana, melenguh dan mengelus dada saat kriminalitas meningkat karna resiko keputusannya. Say bye to #taksiargo
Langganan:
Postingan (Atom)