Minggu, 28 Oktober 2012

Adilia Quotes of The Day

hidup itu ibarat kopi, 
yang sempurna adalah yang pahitnya terasa

drama DPR 'red cross' ke Denmark

penguasa itu masih saja tak mengakui dosanya
mereka terus mensalib dirinya benar
dan tunjuk idung kepada yang lain
agar bangkainya tak tercium

mereka masih saja bisa berkata
'hanya' sekian persen dibanding pemerintah
sayangnya
amanat itu kami alamatkan kepadamu
Dari rakyat

persen-persen itu sangat berarti
untuk ribuan bahkan jutaan perut-perut
yang meringkih kelaparan
sementara kalian?
hallo, lupa ya?

jalan-jalan, lagi
sekarang Denmark
kemarin Jerman
besok mungkin bulan

lisannya alat saat ditanya alasan
kunjungan itu kesempatan



marjinal

yang kuat menguasai
yang lemah dikorupsi
yang kaya semakin kaya
yang miskin semakin miskin
yang pintar membodohi
yang bodoh dibudayakan

tuluslah mencintainya

Jika kamu tulus mencintai seseorang
dengarkan kata hatimu
bukan kata orang-orang disekitarmu
ini hidupmu !

faktanya
pria harus menghargai perempuannya atas siapa dia
bukan atas penampilan fisiknya.

Kita tidak bisa membuat oranglain bertumbuh dewasa
karena menjadi dewasa adalah pilihan
bukan paksaan.

Karena cinta mampu berkata
dengan bahasa yang tak dimengerti manusia
maka kita hanya bisa merasa

Sesungguhnya
cinta punya jalannya masing-masing
jadi
biarkan cinta menemukan jalannya sendiri



mask


Surat Kepada Yang Terhormat Bapak Presiden

Akhir Oktober ini aku ingin kembali sedikit bercerita tentang secercah kisah di bulan September yang lambat laun mungkin terlupakan di jutaan benak rakyat Indonesia tapi tidak dihati kami yang masih percaya akan mimpi putih yang segera menghampiri tanah pertiwi.

Sampai detik ini, ratusan bahkan jutaan persoalan bangsa ini belum selesai, sebagian diantaranya menyangkut HAM. September selalu saja berhasil mengingatkanku akan persoalan HAM yang dialami negeri ini. Aku bukan aktivis HAM, aku juga tak pernah menyuarakan HAM didepan istana negara, aku tak lebih dari seorang gadis yang mungkin punya sedikit waktu untuk membaca sepenggal sejarah HAM dan menuangkan setitik hasil bacaan itu dalam paragraf seiring doa agar tulisan ini berguna untuk anak negeri.

Ada yang mengatakan bangsa kita adalah bangsa pelupa, kita melupakan jutaan persoalan negara ini dan membiarkannya terkubur oleh zaman. Tapi taukah kalian, ternyata 'masih' ada sejumlah sosok yang mencoba melawan. Berjuang agar kita tidak lupa. Tidak lupa akan keadilan yang tetap harus ditegakkan.

Maria Katarina Sumarsih, ibu dari mahasiswa Universitas Atmajaya yang tewas dalam peristiwa Semanggi I masih menuntut keadilan. Tewasnya putra-putri Sumarsih dan orangtua korban lainnya masih tersangkut di Kejaksaan Agung hingga kini, tapi mereka tak pernah bosan untuk menanti.

Indra Azwan, pria yang berumur 53 tahun ini rela berjuang hingga ajal menjemput demi keadilan atas meninggal putrnya. Rifki Andika yang saat itu masih berusia 12 tahun menjadi korban tabrak lari oelh mobil yang dikendarai oknum Perwira Polisi dan pelakunya seolah tak tersentuh hukum. Hampir 20 tahun perjuangannya di jalanan menuntut keadilan, ia pun mengadu ke Komnas HAM, Ombudsman, Kompolnas, Mabes Polri, Kommisi III DPR RI, Satgas Mafia Hukum dan jika tidak akan langsung kerumah Presiden dan yang terakhir ke Mekkah, mengadu pada Allah karna belum juga ditemukan keadilan.

26-12-04 ratusan ribu orang menjadi korban tsunami Aceh dan menghabiskan hidupnya di barak pengungsian. BRR menjanjikan 6000 rumah untuk para korban, namun janji tersebut bermasalah seiring dengan berakhirnya tanggung jawab BRR 2009 lalu. Sebanyak 1569 rumah pun belum direalisasikan dan warga hanya menunggu janji karna mediasi tak membuahkan hasil nyata. Kini janji hanya tinggal janji, 8 tahun  para korban tsunami hanya menjadi saksi hidup janji-janji kosong pemerintah.

Tahun ke-4 skandal Bank Century belum menemukan kata tamat. Siput Lokasari yang dananya tertanam 5,4 M dan nasabah lainnya masih terus berjuang. Nasabah yang menjadi korban reksadana fiktif ini saling menguatkan diri, sebagian dari mereka frustasi bahkan bunuh diri.

Terakhir adalah Suciwati, istri Alm. Munir, aktivis HAM yang tak kenal lelah menyuarakan keadilan untuk rakyat kecil selama 8 tahun ini belum juga terugkap. Hasil otopsi Munir oleh Institut Foresik Belanda membuktikan Munir meninggal akibat Arsenikum dalam dosis fatal.

Kini Suciwati dan korban ketidakadilan lainnya terus melakukan aksi 'kamisan' di depan istana negara sambil membesarkan kedua buah hatinya. Aksi Kamisan adalah aksi payung hitam dan aksi diam di depan istana negara setiap hari Kamis. Aksi Kamisan semenjak tanggal 18 Januari 2007, Sumarsi dan para korban pelanggaran HAM lainnya menulis 239 surat kepada Presiden. Selama ini surat-surat itu ditulisn dan dikirim ke Sekretariat Negara saat mereka melakukan aksi di depan Istana Negara. Sumarsih, Indra, Siput dan Suciwati hanyalah sebagian kecil dari potret penegakan HAM negeri ini tapi yang perlu kalian ingat mereka  tak berhenti sampai sini, hingga jutaan pasang mata melihat dan mendengar jeritan tangis rakyat negeri ini, mereka tak mengenal lelah menunggu keadilan berdiri tegar di bumi pertiwi.

- Sonia Adilia - 




two of my fav glasses




Kamis, 25 Oktober 2012

Adilia Quotes of The Day

matahari saja tidak pernah bosen menyinari setiap penduduk bumi ini
tanpa pamrih
walau manusia banyak mengeluh
melenguh
lupa akan syukur

Selasa, 23 Oktober 2012

close ur eyes

Ada kalanya kita harus memejamkan mata , melupakan segalanya, sejenak saja. Karna sekarang waktunya kita bersyukur.

Adilia Quotes of The Day

menurutku hidup itu seperti sekolah, setiap saat kita takkan berhenti belajar dari siapa saja, dimana saja dan kapan saja.
IQRO ! artinya bacalah !

mata

tidak ada pasangan yang sempurna, kecuali sepasang matamu

stop and start


hello Gideon :)

Senin yang tanpa rencana ini aku mengunjungi kembali keluarga kecil ini dan tenyata disana ada kejutan kecil dari Allah. Aku dipertemukan dengan seorang pria yang kira-kira umurnya tidak jauh lebih tua dariku. Tanda tanya jelas menghampiriku ketika Alif dengan gayanya yang khas meledekku setelah beberapa menit aku tiba dirumah itu 'bentar lagi ada cowo ganteng dateng loh' tuturnya.

Alif yang sudah seperti adikku sendiri itu memang sering menjahiliku, ya maklumlah mungkin karna pilihanku yang hingga kini belum memutuskan untuk pacaran dan mungkin Allah belum mempertemukanku dengan  pria yang ditepat di waktu yang tepat pula. Tapi apapun itu, aku selalu menjawabnya dengan senyuman.

Tidak lama kemudian, pria yang menurutku sedikit berwajah Arab itu datang dan menghampiri kami hingga akhirnya Tante Sinta memperkenalkannnya, ya  namanya ternyata Gideon. Tapi hingga kini kami semua memanggilnya, Jidden.

Sejauh ini ternyata Tante Sinta, Alif dan Jidden mempunyai rencana untuk bergerak bersama dibidang pendidikan dan tentunya aku mulai tertarik kedalam pembicaraan mereka. Setelah menjelaskan sedikit tentang arahnya, aku mulai mengerti dan ada semangat yang akhirnya tumbuh didiri ini.

Ide-ide mulai berkecambuk di otakku dan yang jelas sekarang kami semua ingin mewujudkan mimpi itu, dan Jidden datang untuk menjawab mimpi buruk yang mengahantui fikiranku tentang bagaimana nasib anak bangsa ini. Pesimis dan kesedihan saat membayangkan bangsa ini kedepannya pun kemudian terkikis secara perlahan.

Anehnya hari ini jadwal kuliahku sudah sangat mepet dan seharusnya aku sudah menuju kampus namun aku merasa tetap ingin berkunjung kesana da anehnya ternyata Jidden ada jadwal mengajar sore itu, bahkan ia sebelumnya sudah tiba di tempat dia mengajar namun ia malah menundanya untuk mengganti keesokan harinya. Mungkin ini bukan sebuah keanehan diantara kami, aku percaya tidak ada yang kebetulan didunia ini, pertemuan aku dan dia telah diatur digarisNya. Kini kami bergandeng tangan bersama, berserah pada Allah dan tak hentinya berucap syukur dan berdoa untuk niat baik ini.

Jidden menjadi jawaban, ditengah carut marutnya birokrasi bangsa ini, ketika keadilan sulit ditemukan di kalangan mereka yang membutuhkan dan pendidikan hanya menjadi mimpi bagi mereka yang tak punya rupiah, aku dan dia memulai langkah bersama untuk mewujudkan mimpi ini. Anak-anak bangsa, jangan khawatir ternyata masih ada orang baik ditengah dunia yang semakin kejam ini. Doakan kami, semoga Allah melindungi jalan Kami, amin.

bow bandoooo


silahturahmi

Senin ini langkahku teriring untuk kembali mengunjungi keluarga kecil yang sudah lama tidak ada pertemuan seperti yang biasanya kami lakukan. Bukan menghilang dan tak ingin menghilang tapi aku masih saja membutuhkan waktu untuk berfikir jernih dan dan aku menyadari untuk kembali jernih itu tentu saja memakan waktu. Berfikir secara jernih inilah yang nantinya dapat menarik perlajaran-pelajaran berharga dari bisnis yang mungkin tertunda. Tapi akhirnya intropeksi dan pelajaran-pelajaran yang aku alami kemarin lebih dari uang sekalipun.

Aku sama sekali tidak merasa gagal dalam bisnis itu, tapi ya aku percaya semua manusia di bumi ini hanya bisa berencana dan semua bergantung atas izin-Nya. Ini bukan berarti Allah tak mendengarkan kami, tapi mungkin Allah punya rencana yang lebih baik untuk kedepannya.

Rencana bisnis yang sudah kukemas dan mimpi yang terpaksa harus kukubur pelan-pelan kemarin mungkin memang mengajakku untuk hanyut terlalu dalam dikesedihan. Aku sendiri tau mungkin aku tipikal orang yang selama ini tidak pernah gagal, ralat deh mungkin bukan tidak pernah gagal tapi ketika aku memutuskan untuk menyelami sesuatu, minimal harus terlaksana dan mencapai 'sesuatu'. Tapi lagi-lagi dua kegagalan terjadi lagi saat bisnis sistem join terbentuk.

Trauma dengan bisnis sistem join? heem dalam hidupku mungkin aku tak mengenal kata trauma tapi jelas kesedihan itu pasti ada. Tapi aku sadar kesedihanku takkan mengubah keadaan yang terjadi melainkan sudah waktunya aku bangun kembali dari mimpi kesedihan kemarin dan menebusnya dengan ide-ide yang di anugerahkan Tuhan. Hingga senin ini, saat mimpi kesedihan itu berakhir dengan cuma waktu yang akhirnya bisa menyembuhkannya, aku harus kembali mengunjungi keluarga kecil ini.

Apapun yang terjadi, paling tidak aku harus gentleman deh istilahnya atau mempertanggung jawabkan apa yang sudah disepakati kemarin. Ada atau tidaknya Yoko bukan masalah, masalah tanggung jawab itu personal, dan jika aku terus menunda akan ada rasa tanda tanya besar yang terus menghantuiku. Yoko, aku dan keluarga kecil ini ternyata merindukanmu, bermain-main lagi dan bagaimanapun, kamu masih tetap saudaraku. Semoga nanti Allah mengiring langkahmu untuk kita kembali bersilahturahmi lagi ya. Silahturahmi itu diatas segala-galanya teman.

Minggu, 21 Oktober 2012

Adilia Quotes of The Day


eyeliner styles


cara membaca barcode

  • Kode batang/barcode terdiri dari garis hitam dam putih. Ruang putih di antara garis-garis hitam adalah bagian dari kode.
  • Ada perbedaan ketebalan garis. Garis paling tipis “1”, yang sedang “2”, yang lebih tebal “3”, dan yang paling tebal “4”.
  • Setiap digit angka terbentuk dari urutan empat angka: 
0 = 3211
1 = 2221
2 = 2122
3 = 1411
4 = 1132
5 = 1231
6 = 1114
7 = 1312
8 = 1213
9 = 3112

nobody


Adilia Quotes of The Day

bukankah setiap orang terlahir untuk memiliki dunianya masing-masing?

underlined it, please


choose your cat colours


i'm in photoshop


repeat, you are beautuful


pelangi

Buah karya Tuhan yang paling romantis itu adalah pelangi karna setiap warnanya,
utuh.

arbitration class


i don't know the question but the answer

aku sendiri tidak pernah tau kenapa aku selalu bisa jatuh cinta dengan pria cerdas :"

john lennon said


match sunday


he is...

he’s kind
he’s goodman
he’s smart
he’s prime
he’s nice
he’s future husband
he’s great.
i didn’t say a name but he popped into ur head, didn’t u?

Rabu, 10 Oktober 2012

rainbow cake for guruh's birthday





Bukan Hanya Notaris dan Pengacara



Bicara soal hukum di Indonesia pasti akan banyak mengundang kontroversi saat ini. Carut-marut akan sistem hukum yang tampak sudah sangat tidak berarti dan bisa dibeli tentu bukan lagi menjadi rahasia umum. Pelecehan dan penghinaan sering kali terlontar dari mulut-mulut manusia sebagai bentuk kekesalan akan proses hukum di negeri ini.

Menjadi salah seorang mahasiswa hukum pada zaman kini juga tentu memunculkan pro dan kontra. Sebagian orang pasti akan melecehkan kita, mengatakan untuk apalagi kita belajar hukum di perguruan tinggi kalau toh pada prakteknya tetap uang yang berbicara. Sebagian orang juga masih ada yang menganggap kalau fakultas hukum itu “waw” karena mereka menganggap nantinya kita akan jadi pengacara kondang seperti Hotman Paris, Oce, atau bahkan politikus Ruhut Sitompul.

Tapi pernahkan terbersit di pikiran kalian mengapa mahasiswa fakultas hukum itu erat kaitannta kelat akan menjadi seperti mereka? Tak sedikit dari banyak orang yang setelah mengetahui kita adalah mahasiswa hukum akan mengira kita akan menjadi pengacara.

Kenapa harus pengacara? Pengacara memang profesi yang sangat menjanjikan saat ini. Tak sedikit dari pengacara kondang yang menghadiri siding dengan mengendarai Ferrari atau mobil-mobil limited edition lainnya. Apakah sebegitu hebatkah profesi pengacara sampai bisa membuat mindset pengacara itu “wah”. Pengacara tak lebih hanya sebuah profesi yang dapat dipilih seorang sarjana hukum setelah menyelesaikan studi S1 nya. Pengacara saat ini juga mempunyai citra positif dan negatif.

Bagaimana tidak negatif jika seorang pengacara mampu membela orang yang jelas-jelas salah dan atas kemampuannya dapat mempengaruhi hakim untuk menjatuhkan hukuman yang lebih ringan bahkan sangat ringan dalam berbagai kasus-kasus berat.

Tugas pengacara sendiri adalah membela client nya baik dia adalah tersangka yang merupakan orang yang melakukan suatu tindak kejahatan baik itu tindak pidana ringan maupun berat maupun orang yang ada diposisi sebagai korban yang merupakan orang yang dirugikan atas tindak pidana tersebut.

Selain pengacara, notaris juga profesi yang sangat menjanjikan untuk mahasiswa yang sedang menjalani studinya di fakultas hukum. Notaris dan pengacara jelas merupakan profesi yang sangat berbeda karna kajian hukumnya juga berbeda. Jika kita ingin menjadi pengacara, kita harus memperkuat ilmu pidana kita dimana kekuatan analisis dan kemampuan argumentatif sangat dibutuhkan. Namun jika kita ingin menjadi notaries, ilmu keperdataan yang harus kita kuasai. Ilmu keperdataan tentu erat kaitannya dengan surat menyurat, harta benda, warisan dan perjanjian.

Bicara soal profesi notaris juga tidak kalah komersilnya dengan pengacara. Dalam segi penghasilan, tidak sedikit notaris yang berpenghasilan lebih dari cukup. Tugas dan pekerjaan notaries sendiri juga terlihat oleh kasat mata lebih mudah dibandingkan pengacara yang harus beracara dimuka pengadilan.

Tapi bukankah profesi yang berkaitan dengan bidang hukum itu tidak hanya notaris dan pengacara? Sepertinya masyarakat harus tau kalau orang hukum itu bisa masuk hampir ke seluruh sendi bidang profesi. Misalnya saja, dibidang perbankan tentunya membutuhkan orang hukum dibagian legal, hal ini tentu sangat berkaitan ketika pihak bank yang diwakili bagian legal dengan nasabah akan membuat perjanjian, seperti akad kredit.

Selain itu, orang hukum juga bisa bekerja di bagian personalia dan legal dalam sebuah perusahaan. Perusahaan-perusahaan besar tentu mempunyai bagian legal tersendiri untuk mengurusi masalah perikatan perusahaan tersebut dengan pihak lain.

Profesi hukum yang tidak kalah pentingnya adalah Jaksa, Panitera, Jurusita, dan Hakim. Profesi-profesi tersebut sungguh erat kaitannya dengan profesi yang kesehariannya mempunyai peran penting di pengadilan. Saat ini profesi tersebut juga mempunyai citra positif dan negatif mengingat masyarakat menilai semua jaksa dan hakim dapat dibeli dengan uang  sehingga keputusan yang dijatuhkan hakim tentulah tidak objektif.

Kurator, Konsultan, Mediator, Diplomat, dan Arbiter yang merupakan profesi-profesi yang tidak banyak diketahui oleh masyarakat. Profesi-profesi ini tentunya juga tidak kalah lebih menjanjikan untuk seorang sarjana hukum. Eratnya kaitan profesi ini yang dekat dengan dunia internasional lebih mengurusi masalah-masalah yang melewati lintas batas negara.

Satu lagi profesi yang tidak kalah pentingnya adalah dosen. Mungkin dari segi income profesi ini jauh tidak semenarik pengacara dan notaris tapi profesi inilah yang sangat mulia. Tidak ada bedanya dengan guru, dosen adalah pahlawan tanpa tanda jasa, yang membedakan hanya sebutan mereka dosen karna mereka juga tidak mengajar siswa tapi melainkah mahasiswa. Profesi ini memang memiliki banyak syarat tapi profesi ini takkan pernah ada yang namanya notaris dan pengacara kondang.

Seluruh mahasiswa hukum di negeri ini justru sama-sama mengemban tugas berat dipundaknya masing-masing mengingat sistem hukum negeri ini sudah tidaklagi semurni teori. Tapi satu hal yang harus diingat, hukum tidaklah bisa dibeli. Selama ini yang dibeli adalah oknum nya, jadi bukan hukum yang bisa dibeli melainkan orang hukumnya lah yang dapat dibeli dengan uang.

Nantinya, anak-anak bangsa inilah yang akan menentukan mau dibawa kemana negeri ini? Jelas semua rakyat menjawab ingin negeri ini kearah lebih baik, tapi proses tidaklah semudah membalikkan telapak tangan bukan?

Segala sesuatu pasti butuh waktu dan kita masih berupaya dan bercita-cita Indonesia kearah yang adil dan makmur, jangan berhenti berjuang untuk negeri ini sahabatku.

Sonia Adilia

Rabu, 03 Oktober 2012

inspirations vases

If i get bored, i always opned my laptop and searching for fashion blog. But beside of that, i love to see some inspirations about home living. It's about designs and so fun. I always imagine if i'm a architect i will make all of that, hihi. Now i have a simple examples innovative vases. Take a look

 
Well, that’s all folks. Keep watching and please support us by sharing this website with your friends. 
Enjoy :)