Selasa, 22 Januari 2013

Rahne quotes

Bukankah kita melebur? Menjadi satu? Biarlah dimulai dari bibir dan pipiku terlebih dahulu
Rahne Putri

Minggu, 20 Januari 2013

Lukisan termanis



Pikiranku mulai menerawang bayanganmu
ketika kantuk mengurungi niatku
menyebut namamu disetiap doaku
kepada Dia

Aku berserah kepada Tuhan
membiarkan namaku ada dalam lintasan doaMu
jika Tuhan tak menyimpulkan tali doa kita
terima kasih telah menyelipkan namaku padaNya

Tuhan membiarkanmu berlari di pelosok kepala
bermain jungkat-jungkit di liku otakku
menautkan jemariku memeluk kuas
memang benar kau masih saja melengkungkan pelangi canvas ini

Bisakah aku memohon kau menjaga jarimu?
ada banyak intan yang ingin melingkar disana
Dasar bodoh,
aku masih saja mengharapkanmu diam sejenak di mimpiku

Melihatmu adalah lukisan terindah sepanjang musim
menemukanku bersembunyi ketika sore menyapa
meneduh teh ditaman ini
lagi dan lagi.

Sonia Adilia

red white roses


delapanbelas-ku, untuk kalian

setelah hujan doa lewat surat elektronik smartphone
via twitter dan facebook
banjir salaman ucapan duapuluhsatu tahun
puluhan kotak cinta penghantar kado untukku

izinkan aku menghadiahi kali delapanbelasku
delapanbelas koleksi pilihanku untuk delapanbelas kalian
aku akan menitipkan nama kalian di kotak undian di
Jl. Binakrida no 18 UNRI Panam - Pekanbaru
18 Januari pukul 18.00 WIB

Senin, 14 Januari 2013

inspirations: Paris stamp


bukan kata baru

ada kata baru kapitalis, baru? Ah tidak, tidak
sudah lama kita dihisap
bukan kata baru, bukan

kita dibayar murah
sudah lama, sudah lama
sudah lama kita saksikan
buruh mogok dia telpon kodim, pangdam 
datang senjata sebataliyon
kita dibungkam   

tapi tidak, tidak
dia belum hilang kapitalis
dia terus makan
tetes ya tetes tetes keringat kita
dia terus makan
 

sekarang rasakan kembali jantung
yang gelisah memukul-mukul marah
karena darah dan otak jalan
 
 
kapitalis
dia hidup
bahkan berhadap-hadapan
kau aku buruh mereka kapitalis
sama-sama hidup
bertarung
ya, bertarung
sama-sama?
    
tidak, tidak bisa
kita tidak bisa bersama-sama

sudah lama ya sejak mula
kau aku tahu
berapa harga lengan dan otot kau dan aku 
 kau tau berapa upahmu

kau tahu
jika mesin-mesin berhenti
kau tahu berapa harga tenagamu
mogoklah

 
maka kau akan melihat
dunia mereka
jembatan ke dunia baru
dunia baru ya dunia baru.

Widji Thukul

end, NOT !