Kamis, 14 Maret 2013

Adilia's Quotes of The Day

berhati-hatilah kepada
seseorang yang memberi perhatian lebih kepadamu
mungkin kau hanyalah pilihannya saat bosan.

Rabu, 13 Maret 2013

happy bornday, blue

aku terjaga disepertiga malam
kuselipkan namamu dalam doaku.
pasti keinginan dan harapanmu makin banyak bukan?
apa semuanya seiring dengan kerasnya usahamu berdoa kepadaNya?

hey, selamat dua puluh tiga tahun teman kecil.
maafkan dulu kita pernah terjebak nostalgia.
menuai sedikit moment yang cukup manis sekaligus pahit untuk ditelan mentah-mentah
kini ibu mengajarkanku soal keikhlasan,
ikhlas pada setiap kejadiam dalam hidupku yg terasa sulit dilepaskan
ikhlas merelakan waktu kita sempat berbagi keluh kesah
hingga akhirnya kita larut bersama suasana kecil
seperti bermain petak umpet dimasa dulu.

Kita bersama menginjak usia yang tak lagi remaja
tak lagi sama seperti dulu
berbeda dari yang kemarin,
aku akan berubah dari gadis kecil menjadi wanita
dan kau akan berubah dari anak laki-laki yang nakal menjadi pria yang tak lagi begitu.

Oya, hari ini sudah tak adalagi galau seperti yang kebanyakan orang katakan
tak ada lagi secangkir keresahan
yang ada hanya persiapan untuk meneguk kisah baru.
aku bahkan sudah tak sabar menunggu kejutan apalagi yang Allah berikan
disela-sela hariku yang sedikit terlihat rumit belakangan.

Allah terus mengirimkan manusia jenius dan penuh canda tawa disekelilingku,
jelas saja hari-hariku tak boleh kalah menyenangkan darimu ;)
semangatmu akan mengiringku untuk mengikuti jejakmu,
keliling dunia.
secepatnya!

Selamat menikmati kue tart importmu,
teruslah mendoakan yang terbaik untukku.
you will always be my bestfriend, blue.
Bye :)

cinta dan demokrasi

cinta tak mengenal demokrasi.
siapa yang tergetar hatinya, 
silahkan maju duluan.

Selasa, 22 Januari 2013

Rahne quotes

Bukankah kita melebur? Menjadi satu? Biarlah dimulai dari bibir dan pipiku terlebih dahulu
Rahne Putri

Minggu, 20 Januari 2013

Lukisan termanis



Pikiranku mulai menerawang bayanganmu
ketika kantuk mengurungi niatku
menyebut namamu disetiap doaku
kepada Dia

Aku berserah kepada Tuhan
membiarkan namaku ada dalam lintasan doaMu
jika Tuhan tak menyimpulkan tali doa kita
terima kasih telah menyelipkan namaku padaNya

Tuhan membiarkanmu berlari di pelosok kepala
bermain jungkat-jungkit di liku otakku
menautkan jemariku memeluk kuas
memang benar kau masih saja melengkungkan pelangi canvas ini

Bisakah aku memohon kau menjaga jarimu?
ada banyak intan yang ingin melingkar disana
Dasar bodoh,
aku masih saja mengharapkanmu diam sejenak di mimpiku

Melihatmu adalah lukisan terindah sepanjang musim
menemukanku bersembunyi ketika sore menyapa
meneduh teh ditaman ini
lagi dan lagi.

Sonia Adilia

red white roses


delapanbelas-ku, untuk kalian

setelah hujan doa lewat surat elektronik smartphone
via twitter dan facebook
banjir salaman ucapan duapuluhsatu tahun
puluhan kotak cinta penghantar kado untukku

izinkan aku menghadiahi kali delapanbelasku
delapanbelas koleksi pilihanku untuk delapanbelas kalian
aku akan menitipkan nama kalian di kotak undian di
Jl. Binakrida no 18 UNRI Panam - Pekanbaru
18 Januari pukul 18.00 WIB

Senin, 14 Januari 2013

inspirations: Paris stamp


bukan kata baru

ada kata baru kapitalis, baru? Ah tidak, tidak
sudah lama kita dihisap
bukan kata baru, bukan

kita dibayar murah
sudah lama, sudah lama
sudah lama kita saksikan
buruh mogok dia telpon kodim, pangdam 
datang senjata sebataliyon
kita dibungkam   

tapi tidak, tidak
dia belum hilang kapitalis
dia terus makan
tetes ya tetes tetes keringat kita
dia terus makan
 

sekarang rasakan kembali jantung
yang gelisah memukul-mukul marah
karena darah dan otak jalan
 
 
kapitalis
dia hidup
bahkan berhadap-hadapan
kau aku buruh mereka kapitalis
sama-sama hidup
bertarung
ya, bertarung
sama-sama?
    
tidak, tidak bisa
kita tidak bisa bersama-sama

sudah lama ya sejak mula
kau aku tahu
berapa harga lengan dan otot kau dan aku 
 kau tau berapa upahmu

kau tahu
jika mesin-mesin berhenti
kau tahu berapa harga tenagamu
mogoklah

 
maka kau akan melihat
dunia mereka
jembatan ke dunia baru
dunia baru ya dunia baru.

Widji Thukul

end, NOT !