Terkadang cover dari
sebuah buku itu terlihat menarik dengan warna-warninya, gambar yang unik dan
judul yang dirangkai indah tapi sebaliknya ada cover yang terlihat sederhana,
tidak terlalu mencolok diantara yang lainnya dan tanpa disertai dengan coretan
warna yang rupawan.
Jangan menilai sebuah
buku dari sampulnya, itu hanya bagian luarnya saja dan kita takkan pernah tau
isinya jika tak membacanya dari awal. Itu sebabnya saya bagaikan perjalanan
hidup ini bagai sebuh buku. Setiap orang bisa saja menilai kita dari penampilan
tapi itu hanya covernya saja bukan?
Jika kalian menilai
seseorang hanya dari luarnya pasti kalian takkan pernah tau bagaimana mereka yang
sesungguhnya karna setiap orang punya kisah, punya rahasia. Jika kalian ingin
mengenal seseorang cobalah baca pelan-pelan setiap lembarannya dengan sabar.
Di lembaran pertama
kalian akan membaca coretan-coretan mengenai hal-hal yang menyenangkan,
menari-nari bagaikan anak kecil yang baru bisa berlari dan terus bermain-main
dengan masanya. Pada halaman-halaman ini kalian akan diajak berkeliling dari
halaman ke halaman berikutnya seperti terhanyut di dalam dunia fantasi.
Halaman berikutnya
mungkin kalian akan menghadapi bab-bab yang lebih sulit. Lembaran-lembaran
seakan tertulis lebih lamban karna ujian-ujian mulai menghadang. Fase-fase
sulit pun menghampiri dan disini kita akan menentukan apa kita akan tetap di
halaman ini, menunggu dan tak melanjutkan ke halaman berikutnya atau terus
melanjutkan kisah ini tanpa perduli dengan apapun yang akan terjadi kelak.
Kalian akan dihadapkan
dengan pilihan sulit, pilihan yang kadang pilihannya adalah tidak ada pilihan.
Tentu segala pilihannya mempunyai resikonya masing-masing tapi itu bukan
berarti kalian harus berdiam di halaman yang sama. Jangan biarkan oranglain
mengambil halaman-halaman penting dalam kisah ini, ini buku kalian jadi kalian
yang menentukan apa yang akan tulis ditiap halamannya.
Setiap lembaran tentu
punya cerita, ada sedih dan senang, suka dan duka serta tangis dan tawa. Tokoh-tokoh
sibuk menjalankan perannya, mencari-cari karakter apa yang pas untuk dirinya.
Tapi jangan pernah berhenti, jika kalian berhenti hanya sampai di lembaran
tengah kalian takkan pernah tau apa yang akan terjadi di halaman-halaman
berikutnya bukan?
Mungkin pada tahap
pertengahan kita akan menghadapi fase-fase sulit dan menegangkan, berlarut
didalamnya dan hanyut dengan lika-liku yang takkan pernah usai. Tapi itulah
hidup, semua takkan berjalan baik-baik saja.
Terkadang kita sudah
merencanakan sesuatu untuk ditulis di halaman berikutnya tapi ternyata Tuhan
belum mengizinkan hal itu, lantas apa kita harus berhenti dan menunggu? Tidak,
Tuhan takkan pernah tidur dan hanya Dia yang tau apa yang akan terjadi di
halaman berikutnya.
Jangan menerka-nerka cerita
apa yang akan ditulis besok tapi biarkan semua berjalan sesuai alurnya karna
Tuhan punya jalan masing-masing untuk umatnya. Setiap orang pasti akan
mengalami hal yang sama, buntu di lembaran tengah seolah cerita akan berakhir
sampai disana.
Jangan melompat jauh ke
halaman-halaman lain karna kalian takkan mengerti jika tidak mengikuti dari
lembaran awal, kalian akan melewatkan saat-saat berharga yang takkan kalian
temukan di halaman lain karna hidup hanya sekali dan kalian tak punya banyak
waktu untuk menyelesaikan buku ini hingga akhir.
Mungkin sebagian
membiarkan lembaran-lembarannya tertulis dengan cerita yang sama, monoton,
datar tanpa perubahan hingga buku itu telihat tak berguna. Tapi sebagian tetap
tegar menjalaninya dengan penuh keihlasan, menulis warna-warni kisahnya hingga
klimaks walau terkadang rasanya sulit tapi mereka takkan berhenti menulis,
karna mereka percaya akan ada hadiah untuk mereka yang terus bertahan hingga
akhir yang bahagia.







Tidak ada komentar:
Posting Komentar