Kamis, 17 Mei 2012

hidup bagai buku

Terkadang cover dari sebuah buku itu terlihat menarik dengan warna-warninya, gambar yang unik dan judul yang dirangkai indah tapi sebaliknya ada cover yang terlihat sederhana, tidak terlalu mencolok diantara yang lainnya dan tanpa disertai dengan coretan warna yang rupawan.

Jangan menilai sebuah buku dari sampulnya, itu hanya bagian luarnya saja dan kita takkan pernah tau isinya jika tak membacanya dari awal. Itu sebabnya saya bagaikan perjalanan hidup ini bagai sebuh buku. Setiap orang bisa saja menilai kita dari penampilan tapi itu hanya covernya saja bukan?
 
Jika kalian menilai seseorang hanya dari luarnya pasti kalian takkan pernah tau bagaimana mereka yang sesungguhnya karna setiap orang punya kisah, punya rahasia. Jika kalian ingin mengenal seseorang cobalah baca pelan-pelan setiap lembarannya dengan sabar.


 
Di lembaran pertama kalian akan membaca coretan-coretan mengenai hal-hal yang menyenangkan, menari-nari bagaikan anak kecil yang baru bisa berlari dan terus bermain-main dengan masanya. Pada halaman-halaman ini kalian akan diajak berkeliling dari halaman ke halaman berikutnya seperti terhanyut di dalam dunia fantasi.



Halaman berikutnya mungkin kalian akan menghadapi bab-bab yang lebih sulit. Lembaran-lembaran seakan tertulis lebih lamban karna ujian-ujian mulai menghadang. Fase-fase sulit pun menghampiri dan disini kita akan menentukan apa kita akan tetap di halaman ini, menunggu dan tak melanjutkan ke halaman berikutnya atau terus melanjutkan kisah ini tanpa perduli dengan  apapun yang akan terjadi kelak.

Kalian akan dihadapkan dengan pilihan sulit, pilihan yang kadang pilihannya adalah tidak ada pilihan. Tentu segala pilihannya mempunyai resikonya masing-masing tapi itu bukan berarti kalian harus berdiam di halaman yang sama. Jangan biarkan oranglain mengambil halaman-halaman penting dalam kisah ini, ini buku kalian jadi kalian yang menentukan apa yang akan tulis ditiap halamannya.




 
Setiap lembaran tentu punya cerita, ada sedih dan senang, suka dan duka serta tangis dan tawa. Tokoh-tokoh sibuk menjalankan perannya, mencari-cari karakter apa yang pas untuk dirinya. Tapi jangan pernah berhenti, jika kalian berhenti hanya sampai di lembaran tengah kalian takkan pernah tau apa yang akan terjadi di halaman-halaman berikutnya bukan?

Mungkin pada tahap pertengahan kita akan menghadapi fase-fase sulit dan menegangkan, berlarut didalamnya dan hanyut dengan lika-liku yang takkan pernah usai. Tapi itulah hidup, semua takkan berjalan baik-baik saja.

Terkadang kita sudah merencanakan sesuatu untuk ditulis di halaman berikutnya tapi ternyata Tuhan belum mengizinkan hal itu, lantas apa kita harus berhenti dan menunggu? Tidak, Tuhan takkan pernah tidur dan hanya Dia yang tau apa yang akan terjadi di halaman berikutnya.


 
Jangan menerka-nerka cerita apa yang akan ditulis besok tapi biarkan semua berjalan sesuai alurnya karna Tuhan punya jalan masing-masing untuk umatnya. Setiap orang pasti akan mengalami hal yang sama, buntu di lembaran tengah seolah cerita akan berakhir sampai disana.

Jangan melompat jauh ke halaman-halaman lain karna kalian takkan mengerti jika tidak mengikuti dari lembaran awal, kalian akan melewatkan saat-saat berharga yang takkan kalian temukan di halaman lain karna hidup hanya sekali dan kalian tak punya banyak waktu untuk menyelesaikan buku ini hingga akhir.

Mungkin sebagian membiarkan lembaran-lembarannya tertulis dengan cerita yang sama, monoton, datar tanpa perubahan hingga buku itu telihat tak berguna. Tapi sebagian tetap tegar menjalaninya dengan penuh keihlasan, menulis warna-warni kisahnya hingga klimaks walau terkadang rasanya sulit tapi mereka takkan berhenti menulis, karna mereka percaya akan ada hadiah untuk mereka yang terus bertahan hingga akhir yang bahagia.


Tidak ada komentar: