Senin, 21 Mei 2012

curhatan subuh


Adzan subuh mulai berkumandang, seolah membangunkan kita dari tidur panjang. Masih sedikit oyong namun dipaksakan untuk bangkit dari kasur walaupun rasanya badan kita sudah menyatu disana. Sahut-sahut suara mulai terdengar ketika menyusuri tangga. Sembari mengucek-ngucek mata, mulai memasang telinga, berusaha mendengar apa yang terjadi dibawah. Belum sepenuhnya sadar, tapi yang jelas ada keributan disana.

Satu tangga, dua tangga, tiga tangga dan semua semakin jelas terdengar. Ya, mereka begitu dan begitu lagi.
Hari masih subuh, adzan baru berkumandang tapi kenapa ricuh. Arrrrggghhhhhh !

Kita memang sepertinya tidak pernah peduli apa yang mereka ributkan, tapi kita sama-sama tau siapa sosok ayah kita dan tentunya seorang anak punya feeling tentang apa yang sebenarnya terjadi. Ada yang dia sembunyikan, jelas ada yang dia simpan, mungkin itu yang membuat batin seorang istri tak pernah tenang. Mungkin ini hanya kemungkinan, tapi ini bukan kali pertama. Pertengkaran kadang-kadang sering mengajak kita untuk singgah kembali ke masa silam.



Seandainya saja mereka tau, tidak ada satu orang anak pun yang tidak bersedih melihat orang tuanya bertengkar. Tidak ada. Taukah mereka saat seorang anak mulai bosan dan mencari kebahagiaan diluar sana, hanya kasih sayang mereka berdua yang kami butuhkan. Hanya kasih sayang ayah dan ibu, itu saja. Kebahagiaan takkan bisa dibeli. Segunung emas sekalipun takkan mampu membeli kebahagiaan.



Percayalah, seorang wanita yang terlihat kuat itu juga membutuhkan bahu untuk tempatnya bersandar, sebentar saja. Karna menahan tangis yang akan tumpah ini sulit, karna mereka adalah orang yang kita cintai.


Tapi ya, mungkin ini cara Allah mengajarkan umatnya. Bab per bab yang makin sulit Allah beri agar kita semakin kuat, tegar. Sulit, tapi bukan berarti tidak bisa bukan?

Masalah itu tidak ada gunanya difikirkan terus, tapi harus diselesaikan. Kalaupun ternyata tidak bisa, ya siap tidak siap aku harus menerima kemungkinan terburuk. Toh pada kenyataannya tidak ada jaminan untuk terus bahagia, sekalipun mereka bersatu!


Apapun itu, kita hanya mau Mama bahagia, semua yang kita lakukan, semua yang kita capai, semua yang kita raih cuma untuk Mama. Tidak adil mungkin kedengarannya, tapi ini benar. Semua cuma buat Mama, doa yang tidak henti-hentinya selalu kita panjatkan setiap saat adalah Mama selalu bisa bahagia. Siapapun itu, takkan pernah terbiarkan seorangpun membuatnya bersedih apalagi menangis. Sekalipun dia ayah kita sendri..

Tidak ada komentar: