Pikiranku mulai
menerawang bayanganmu
ketika kantuk
mengurungi niatku
menyebut namamu
disetiap doaku
kepada Dia
Aku berserah kepada
Tuhan
membiarkan namaku ada
dalam lintasan doaMu
jika Tuhan tak
menyimpulkan tali doa kita
terima kasih telah
menyelipkan namaku padaNya
Tuhan membiarkanmu
berlari di pelosok kepala
bermain jungkat-jungkit
di liku otakku
menautkan jemariku
memeluk kuas
memang benar kau masih
saja melengkungkan pelangi canvas ini
Bisakah aku memohon
kau menjaga jarimu?
ada banyak intan yang
ingin melingkar disana
Dasar bodoh,
aku masih saja
mengharapkanmu diam sejenak di mimpiku
Melihatmu adalah lukisan
terindah sepanjang musim
menemukanku
bersembunyi ketika sore menyapa
meneduh teh ditaman ini
lagi dan lagi.
Sonia Adilia
Tidak ada komentar:
Posting Komentar