Jumat, 20 Juli 2012

Ketika Matahati Bicara

Peristiwa demi peristiwa kini tak lagi berkompromi dengan sang waktu. Setiap hari, setiap jam, setiap menit bahkan setiap detik ada saja kejadian yang membanjiri berita tanah air di tiap sendi kehidupan. Mulai dari ranah pemerintahan, hukum yang kini terlihat semu, denyut perekonomian, perang politik, kriminalitas, musibah dan nafsu besar DPR yang tak membiarkan media berkedip sekali saja untuk menyorotinya.

Rangkaian peristiwa inilah yang disusun oleh Ahmad Suroso selama menjabat sebagai Pimpinan Redaksi Harian Tribun Batam sebagai refleksi dari hati ke hati lewat untaian kata sebagai daya akal pikir kepada pembaca.

Buku ini berisi tentang berbagai topik yang hangat diperbincangkan publik, kasus lama yang mengerucut hingga kasus-kasus yang mulai redup karna kalah terang dengan kasus lain. Sikap kritis, ekspresif, optimis dan kegalauan penulis untuk ‘menyentil’ pihak berwenang untuk terus mengatasi keadaan turut mewarnai buku ini.

Dimulai dari runtuhnya keadilan yang menyorot soal kebusukan Gayus, remisi koruptor yang melukai hati rakyat dan jurus lupa Nunun. Disusul dari pemerintahan soal misteri Kapolri, evaluasi pendidikan, enaknya jadi pejabat hingga happy ending Sri Mulyani yang disuguhkan singkat namun padat setiap judulnya.

Denyuk politik dan perekonomian Kepri tentu saja tidak ketinggalan. Mengupas tentang Pilwako Batam, lokomotif FTZ, hari-hari tanpa atribut dan BPR yang tumbuh kinclong di Batam dibahas dengan gaya bahasa yang mudah dipahami sehingga pembaca tak perlu mengernyitkan kening saat membaca buku ini.

Fenomena menarik dari sekian banyak tulisan penulis adalah mengenai pasang surut hubungan Indonesia-Malaysia dan habis Kartini terbitlah Jupe beserta artis artis dangdut lainnya yang ikut mencalonkan diri menjadi bupati/wakil bupati daerah asalnya.

Kompleksitas peristiwa diatas tentu saja mencuri perhatian pembaca untuk membolak-balik halaman demi halaman dalam buku ini. Cover yang disajikan menarik tentu saja membuat buku ini pantas dibaca oleh berbagai kalangan sebagai eneergi posotif atau menambah wawasan pembaca menuju arah perubahan yang lebih baik. Selamat membaca.

Judul Buku: Ketika Matahati Bicara
Pengarang: Ahmad Suroso
Tebal buku: 288 halaman
Penerbit: PT Grafika Wangi Kalimantan
Peresensi: Sonia Adilia, mahasiswi fakultas hukum Universitas Internasional Batam

Tidak ada komentar: